PAKET HADROH (ALAT MUSIK )

Apakah Produknya Masih ada?
Teknis Pembayaran Melalui Transper Ke Rekening : Bank BNI 0437658770
Lampirkan Bukti Transper Ke admin : WA 0813-2724-8906
PAKET MARAWIS – PAKET HADROH – PAKET QOSIDAH

BINA KARYA DESA BOJA KEC MAJENANG

Harga Rp2.500.000,00
Pengiriman
  • Free order: Rp2,50

Deskripsi Produk

DESKRIPSI PRODUK

ALAT MUSIK PAKET DUMBUK 

Darbuka, Seni MusikDarbuka adalah alat musik perkusi sejenis gendang berbentuk seperti piala atau jam pasir yang berasal dari Timur Tengah. Diduga alat musik ini sudah dikenal sejak sebelum masehi di wilayah Mesopotamia. Darbuka dahulu dibuat dari tembikar, kayu, dan kulit natural sebagai membran. Lubang permukaan bagian atas lebih besar di bandingkan bawahnya. Awalnya darbuka dibuat untuk keperluan upacara atau ritual tradisional dan digunakan di banyak negara Timur Tengah. Darbuka pernah sangat populer dan fenomenal di negara Turki, yang dalam perjalanan sejarah alat musik ini merupakan pembuat darbuka tanah liat terbaik, khususnya kota Antalya. Badan darbuka dipenuhi hiasan-hiasan geometris dan flora khas Timur Tengah. Sampai saat ini beberapa negara Timur Tengah masih menggunakan darbuka sebagai alat musik, terutama Syiria, 

Alexandria Mesir, dan Antalya di Turki bagian selatan. Darbuka dikenal juga dengan nama calty atau tabla. Indonesia sendiri mengenalnya sebagai darbuka.

Alat musik darbuka dimainkan dalam posisi duduk dengan bidang pukul berada di sisi kanan tubuh. Membran dipukul menggunakan tangan atau jari telunjuk dan jari manis, baik tangan kanan maupun tangan kiri. Ada beberapa teknik memukul dalam memainkan darbuka, yaitu: (1) single, menggunakan satu jari saja, jari kanan dan kiri di pukulkan secara bergantian; (2) do

uble, menggunakan dua jari yang dipukulkan bergantian kiri dan kanan; (3) triple, menggunakan dua jari tangan kiri dan satu jari tangan kanan yang di pukulkan secara berurutan; (4) quadrople, menggunakan empat jari yang terdiri dari dua jari tangan kanan dan dua jari tangan kiri, bergantian memukul dimulai dengan tangan kiri kemudian baru tangan kanan; serta (5) butterfly, bermain dengan semua jari berada di permukaan membran darbuka dan biasanya mengguna

kan kuku jari jempol. Darbuka mampu menghasilkan variasi ketukan, baik saat dimainkan secara solo maupun bersama-sama dengan instrumen lain, di antaranya adalah baladi, malfuf, dan saidi. Keluwesan suara yang dihasilkan menjadikan darbuka dapat lebur saat dikolaborasikan dengan berbagai genre musik seperti hiphop, jazz, gambus, japin, hadrah, dan marawis.

Masyarakat Melayu menggunakan darbuka dalam kesenian marawis klasik. Alat musik ini dikenal dengan nama dombak atau

gedombak. Ada dua ukuran gedombak, yang lebih besar disebut induk, sedangkan yang agak kecil disebut anak. Bentuk gedombak sedikit lebih lebar dibandingkan darbuka asli yang langsing. Dalam kesenian marawis klasik, darbuka atau gedombak berfungsi sebagai pengiring lagu. Instrumen lainnya adalah hajir sebagai pengatur tempo utama, markis sebagai pengatur tempo, dan marwas sebagai pengisi lagu kosong. Selain marawis, gedombak di Riau dan Serdang (Sumatera Timur) juga digunakan dalam kesenian 

Makyong, sedangkan di Kelantan dipakai dalam musik Manora dan Wayang Orang.

Tahun 2010, instrumen durbaka mulai populer di Indonesia seiring maraknya majelis sholawat, hadrah, gambus, dan japin. Alat musik darbuka yang sekarang beredar di Indonesia bukan produksi Timur Tengah melainkan buatan lokal, ant

ara lain Kudus dan Pasuruan. Saat ini darbuka dapat dibuat dengan bahan logam cor, khususnya alumunium, sebagai pengganti kayu dan tanah liat untuk badannya. Membran yang terbuat dari kulit hewan juga dapat diganti dengan bahan semacam mika. Modifikasi yang dilakukan para pengrajin menghasilkan darbuka dengan bobot yang lebih ringan. Pemberian hiasan di bagian badan juga menjadi lebih mudah. Kualitas suara yang dihasilkan darbuka alumunium tidak kalah dengan model darbuka tradisional. Salah satu grup musik gambus pengusung darbuka adalah Syaban, yang sudah menggunakannya sejak pertama kali dibentuk tahun 2015 ditambah dengan gitar gambus (oud). Kepopuleran darbuka juga menginspirasi sekelompok orang untuk membentuk komunitas darbuka, yang saat ini sudah tersebar di sejumlah daerah di Jawa dan Kalimantan, termasuk Jakarta. Tahun 2017 bahkan mereka sudah mengadakan Festival Darbuka Nasional di Auditorium Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto.

Fitur Produk

MARAWIS Alat Musik Islami Ready
HADROH Alat Musik Islami Ready
QOSIDAH Alat Musik Islami Ready